Thomas Tuchel dijadwalkan mengumumkan skuad Timnas Inggris pertamanya sejak Piala Dunia pada Jumat, atau 65 hari setelah kekalahan di semifinal dari Argentina. Pengumuman ini menjadi penanda dimulainya babak baru bagi Three Lions, sekaligus momen bagi publik sepak bola Inggris untuk melihat seperti apa wajah tim besutan Tuchel pada periode berikutnya.
Momentumnya cukup padat. Inggris akan memainkan empat pertandingan hanya dalam rentang 11 hari selama jeda internasional yang diperpanjang, sehingga daftar pemain yang dipanggil bukan sekadar formalitas. Piala Dunia sendiri berakhir manis sekaligus pahit: Inggris menutup turnamen dengan kemenangan dramatis 6-4 atas Prancis di perebutan medali perunggu, tetapi tetap pulang dari Amerika Serikat dengan sederet tanda tanya. BBC Sport melalui koresponden senior Sami Mokbel, jurnalis Jess Anderson, dan John Murray dari BBC Radio 5 Live memetakan persoalan-persoalan krusial yang kini dihadapi Tuchel.

Nama Baru di Skuad Timnas Inggris dan Peluang Pemain yang Sempat Terlupakan
Sejumlah nama baru mencuat dalam daftar sementara yang disusun Tuchel untuk pertandingan Nations League mendatang. Rio Ngumoha dan Lewis Hall termasuk di antara pemain yang masuk dalam skuad provisional tersebut, meski belum bisa dipastikan apakah keduanya lolos ke daftar final yang akan diumumkan.
Ngumoha, winger Liverpool berusia 18 tahun, sebelumnya terbang bersama skuad senior Inggris dalam kamp latihan pra-Piala Dunia di Palm Beach sebagai bagian dari rombongan pemain muda. Ia kemudian mendapat debut tak terduga pada laga pemanasan melawan Selandia Baru dan tampil mengesankan saat masuk di babak kedua. Meski demikian, ia belum pernah benar-benar dipanggil ke skuad senior penuh, dan kini berpeluang masuk untuk laga-laga menghadapi Spanyol, Republik Ceko, serta Kroasia.
Nama Hall menarik perhatian karena ia justru absen dari Piala Dunia, padahal Inggris berangkat ke turnamen itu tanpa bek kiri alami. Sebelum mengumumkan skuad lengkap pada Jumat, Tuchel memang wajib menyerahkan daftar awal sebagai dasar pemilihan skuad finalnya.
Beberapa nama lain yang disebut masuk dalam daftar diperluas Tuchel antara lain:
- Alex Scott, gelandang Bournemouth yang berpeluang menjalani debut.
- Myles Lewis-Skelly dari Arsenal.
- Kiernan Dewsbury-Hall dan Jarrad Branthwaite dari Everton.
- Cole Palmer dan Phil Foden, dua pemain kreatif yang sebelumnya menjadi nama paling mengejutkan yang tak masuk skuad Piala Dunia.
Keputusan mengabaikan Palmer dan Foden saat Piala Dunia dinilai sebagian pihak sebagai kekeliruan, mengingat keduanya termasuk pemain paling kreatif di sepak bola Inggris. Sementara itu, Tuchel diperkirakan tidak memanggil Jordan Henderson, Dean Henderson, dan John Stones karena alasan cedera.
Siapa yang Siap Menjadi Pelapis Harry Kane?
Salah satu pertanyaan paling sering dibahas menyangkut Inggris adalah siapa yang bisa diandalkan ketika kapten sekaligus striker utama Harry Kane absen. Pada Piala Dunia, Tuchel hampir tidak memberi jawaban atas persoalan itu: Kane menjadi starter di tujuh laga Inggris hingga semifinal dan hanya ditarik keluar dua kali, keduanya di menit-menit akhir ketika pertandingan sudah aman.
Kane diistirahatkan pada laga perebutan medali perunggu, dan Ivan Toney menjadi pilihan utama. Namun striker Al-Ahli itu tidak mencetak gol dalam kemenangan 6-4 atas Prancis. Toney juga tak akan menjadi opsi pada jeda internasional kali ini karena ia menghadapi dakwaan penganiayaan yang menyebabkan luka fisik dan dijadwalkan bersidang akhir bulan ini.
Peta pilihan pun berubah. Kepindahan mengejutkan Ollie Watkins ke Arab Saudi membuat masa depannya di Timnas Inggris dipertanyakan, sementara Dominic Calvert-Lewin justru sedang dalam performa terbaik dengan empat gol dalam empat pertandingan bersama Leeds United. Kondisi ini bisa menjadi kesempatan bagi Tuchel untuk mengintegrasikan Liam Delap secara lebih serius, terlebih pemain itu terus berkembang di klub barunya, Nottingham Forest, dan baru mencetak gol pertamanya untuk Forest pada kemenangan akhir pekan lalu di markas Aston Villa. Delap sendiri belum pernah tampil untuk tim senior Inggris.
Apa yang Bisa Diharapkan dari Permainan Inggris?
Sesaat setelah semifinal di Atlanta, Tuchel dan para pemainnya berbicara tentang sikap yang terlalu pasif. Karena itu, pengumuman skuad kali ini akan menarik disimak, terutama untuk mendengar kesimpulan Tuchel soal penyebabnya dan bagaimana timnya bisa menyerahkan inisiatif kepada Argentina setelah unggul 1-0 dengan waktu tersisa lebih dari setengah jam.
Nama yang paling depan untuk kembali dipanggil adalah Cole Palmer. Pemain itu tampak telah menemukan kembali performa yang sempat hilang musim lalu, kondisi yang membuatnya dicoret dari skuad Piala Dunia. Yang ingin dilihat para pendukung Inggris saat menghadapi Spanyol di Wembley adalah Palmer dan pemain sejenisnya mengambil inisiatif serta mendikte lawan, sesuatu yang absen pada fase akhir pertandingan melawan Argentina pada Juli lalu.
Pertanyaan seputar pendekatan bermain ini penting karena berkaitan langsung dengan identitas tim. Inggris perlu menunjukkan bahwa mereka tidak lagi sekadar menunggu dan bertahan ketika menghadapi lawan kelas atas, melainkan berani menentukan tempo pertandingan sejak awal.
Kenapa Jadwal Berat di Nations League Justru Dibutuhkan
Senang atau tidak, Inggris memang harus menghadapi lawan-lawan berat, dan itu justru lebih baik daripada menjalani kualifikasi melawan tim yang peringkatnya jauh di bawah mereka seperti pada Piala Dunia. Pada laga-laga musim gugur lalu, Inggris sempat memainkan sebagian sepak bola terbaiknya di era Tuchel.
Meski demikian, pola permainan dan kepercayaan diri yang terbangun dari laga semacam itu baru bisa diuji ketika berhadapan dengan lawan terkuat. Hal itu akan langsung terasa sejak laga pembuka Nations League melawan juara dunia baru, sehingga tidak ada masa pemanasan yang panjang bagi skuad Timnas Inggris.
Rangkaian pertandingan ini sekaligus menjadi persiapan menuju Euro 2028. Jika lolos, Inggris akan menghadapi lawan-lawan bertipe serupa di Wembley, jadi pengalaman menghadapi Spanyol dan tim-tim papan atas lain kini bernilai jangka panjang. Nations League juga menyediakan peluang trofi, dan itu bisa menjadi cara terbaik bagi Tuchel beserta timnya untuk melangkah lebih jauh dari capaian tempat ketiga di Piala Dunia.
Suasana Kamp dan Proses Review FA
Selama tiga pekan ke depan, suasana di dalam kamp akan menjadi tema yang layak dicermati. Semangat pemain di kamp Inggris sepanjang Piala Dunia tercatat tinggi, terbukti dari kemenangan hebat atas Meksiko di babak 16 besar meski bermain dengan 10 pemain.
Namun kekalahan menyakitkan dari Argentina di semifinal, ditambah pertanyaan soal pendekatan tim ketika keunggulan 1-0 berubah menjadi kekalahan 2-1 di menit-menit akhir, memicu semacam evaluasi internal di kamp Inggris. Jauh dari gejolak emosi pada Juli lalu, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) kini tengah menuntaskan review atas kampanye Piala Dunia tersebut, dan FA menegaskan bahwa penilaian ini merupakan prosedur standar, bukan tanda kekhawatiran besar atas finis di posisi ketiga.
Sejumlah figur kunci di FA memang memandang turnamen itu sebagai kesuksesan, mengingat Inggris mencatat finis terbaik sejak 1966, dan organisasi tersebut telah menyatakan dukungan kepada Tuchel sebelum kualifikasi Euro 2028. Tuchel bersama sebagian anggota tim pendukungnya sudah memberi masukan untuk review di St George’s Park pada akhir Agustus, sementara pendapat para pemain juga dikumpulkan sebelum laporan diserahkan kepada petinggi FA.
Review tersebut turut meneliti dampak basis permanen tim di Kansas City selama turnamen. Setiap selesai bertanding, Inggris kembali ke Kansas City, dan efek dari perjalanan berulang itu akan dianalisis. Isi review tidak akan dipublikasikan, tetapi tiga pekan ke depan akan memberi gambaran apakah kamp Inggris masih sekompak malam di Azteca.
Pengumuman skuad oleh Tuchel pada Jumat bukan hanya soal daftar nama, melainkan titik tolak arah baru Timnas Inggris setelah Piala Dunia. Ada peluang bagi pemain muda seperti Ngumoha, Scott, dan Delap, sekaligus ujian bagi pemain berpengalaman yang sempat tersisih seperti Palmer dan Foden untuk merebut kembali tempatnya.
Yang tak kalah penting, Inggris harus menunjukkan perubahan pendekatan saat menghadapi lawan sekelas Spanyol. Dengan jadwal padat, proses review yang berjalan, dan peluang trofi di Nations League, tiga pekan ke depan akan menjadi potret awal perjalanan Tuchel menuju Euro 2028.








