Tottenham Hotspur masih belum mencetak satu gol pun dan belum meraih kemenangan di Premier League musim ini setelah ditahan imbang Everton tanpa gol di kandang sendiri. Hasil 0-0 itu memperpanjang catatan buruk Spurs di awal musim, sementara Everton pulang membawa satu poin berkat pertahanan yang rapat dan ketidaktajaman tuan rumah. Di laga tanpa gol seperti ini, rating pemain Spurs vs Everton menjadi cara paling cepat untuk melihat siapa yang benar-benar tampil maksimal dan siapa yang sekadar hadir di lapangan.

Penilaian versi BBC Sport menempatkan Jarrad Branthwaite sebagai pemain terbaik pertandingan dengan nilai 8, sedangkan Dominic Solanke harus puas dengan angka 4 pada start pertamanya di Premier League musim ini. Sejumlah nama justru tampil di bawah ekspektasi, termasuk Brennan Johnson yang menghadapi mantan klubnya dan Sandro Tonali yang belum menunjukkan kualitas seorang gelandang senilai 100 juta poundsterling. Berikut rincian lengkap penilaian para pemain dari kedua kubu, lengkap dengan catatan singkat untuk masing-masing pemain.
Tottenham Masih Mencari Bentuk Permainan
Bagi Tottenham, masalah utamanya bukan sekadar gagal menang, melainkan ketiadaan gol sama sekali. Everton memang tidak memberi tekanan serangan yang berarti, tetapi Spurs juga kesulitan mengubah penguasaan bola menjadi peluang bersih. Lini belakang Everton yang digalang Branthwaite dan James Tarkowski mampu menutup ruang di area pertahanan, sehingga umpan-umpan akhir Spurs kerap berujung sia-sia.
Di lini tengah, Rodrigo Bentancur disebut mampu merajut permainan dengan baik dan tetap tenang saat menguasai bola. Namun, Sandro Tonali baru memperlihatkan sesekali sentuhan berkelas dan belum tampak seperti pemain yang sebanding dengan banderolnya. Hal ini membuat Spurs kesulitan menciptakan ritme serangan yang konsisten sepanjang pertandingan.
Di lini depan, Solanke tampil berkarat karena ini merupakan start pertamanya di Premier League musim ini, sehingga wajar jika ketajaman dan kebugaran pertandingannya belum optimal. Omar Marmoush menunjukkan usaha yang tidak kurang, tetapi tidak memberi dampak nyata bagi permainan tim. Sementara itu, Mateus Fernandes dinilai perlu berbuat lebih banyak, dan satu tembakannya justru disambut tepuk tangan ironis dari penonton — bukan karena kualitas sang pemain, melainkan karena Spurs akhirnya melepaskan tembakan.
Rating Pemain Tottenham Hotspur
- Antonin Kinsky (6) – Melakukan penyelamatan bagus dari tendangan bebas James Garner, tetapi beruntung tidak dihukum setelah bola hasil umpannya langsung jatuh ke Kiernan Dewsbury-Hall. Kesalahan itu ia tebus dengan penyelamatan berikutnya.
- Archie Gray (7) – Menunjukkan tusukan bagus dari lini belakang sehingga menambah ancaman serangan tim.
- Jan Paul van Hecke (6) – Mendapat peluang di tiang jauh pada awal laga, tetapi penyelesaiannya bisa lebih baik. Tetap tenang dalam bertahan.
- Micky van de Ven (6) – Tidak mendapat gangguan berarti karena Everton minim daya serang.
- Andrew Robertson (7) – Mampu menahan Brennan Johnson dan beberapa kali melakukan tusukan khasnya untuk membantu serangan.
- Rodrigo Bentancur (6) – Menyatukan permainan di lini tengah dengan baik dan tenang saat menguasai bola.
- Sandro Tonali (6) – Memperlihatkan sesekali sentuhan berkelas, tetapi belum tampil seperti gelandang seharga 100 juta poundsterling.
- Savio (7) – Menghadirkan beberapa momen hidup di sayap kanan yang memberi harapan akan hal baik ke depannya, meski permainannya meredup seiring berjalannya laga.
- Mateus Fernandes (5) – Perlu berbuat lebih banyak. Satu tembakannya disambut tepuk tangan ironis, bukan untuk dirinya, melainkan karena Spurs akhirnya menembak.
- Omar Marmoush (5) – Usahanya tidak kurang, tetapi dampaknya tidak terasa.
- Dominic Solanke (4) – Start pertamanya di Premier League musim ini dan ia tampak berkarat serta kurang ketajaman pertandingan.
Pemain Pengganti Tottenham
- Mohammed Kudus (masuk menit 63, gantikan Fernandes) (4) – Kesulitan masuk ke dalam ritme pertandingan.
- Lucas Bergvall (masuk menit 63, gantikan Bentancur) (6) – Berusaha memberi dorongan serangan bagi Spurs, melepaskan satu umpan silang berbahaya, dan hampir memenangkan laga lewat tembakan di akhir pertandingan.
- Mathys Tel (masuk menit 63, gantikan Solanke) (5) – Menunjukkan beberapa lari yang merepotkan lawan.
- James Maddison (masuk menit 77, gantikan Marmoush) – Waktu bermainnya terlalu sedikit untuk memberi dampak.
- Tosin Adarabioyo (masuk menit 85, gantikan Gray) – Masuk pada menit-menit akhir.
Pemain pengganti yang tidak diturunkan: Dubravka, Davies, Gallagher, dan Senesi.
Rating Pemain Everton
- Jordan Pickford (7) – Melakukan penyelamatan penting di akhir laga untuk menahan tembakan Bergvall.
- Ainsley Maitland-Niles (6) – Mencoba mengulang gol penyama kedudukan spektakulernya melawan Manchester United, tetapi kilat tidak menyambar dua kali.
- Jarrad Branthwaite (8) – Blok luar biasa di awal pertandingan dan tampil sangat solid. Ia adalah pemain terbaik dalam laga ini, dan kebugarannya akan sangat menentukan bagi Everton musim ini.
- James Tarkowski (6) – Memberi kontribusi tanpa basa-basi di samping Branthwaite dan tampil efektif.
- Vitalii Mykolenko (5) – Mengalami momen sulit di awal laga melawan Savio, tetapi tetap bertahan pada tugasnya. Sesekali menyia-nyiakan posisi umpan silang yang bagus.
- Harrison Armstrong (6) – Salah satu hari yang lebih tenang bagi remaja berbakat itu, tetapi ia tetap bekerja sangat keras.
- James Garner (5) – Bekerja tanpa banyak sorotan dan hanya punya sedikit kesempatan untuk memperlihatkan sisi kreatifnya saat membangun fondasi lini tengah Everton.
- Kiernan Dewsbury-Hall (6) – Menunjukkan beberapa sentuhan indah, tetapi tidak mampu menciptakan peluang karena Everton kekurangan ancaman serangan. Ia juga melewatkan salah satu peluang terbaik timnya.
- Brennan Johnson (4) – Tampil sangat buruk melawan mantan klubnya. Sentuhan terakhirnya adalah kegagalan memanfaatkan peluang besar, dan sejauh musim ini ia terlihat lebih baik sebagai pemain pengganti dibandingkan starter.
- Thierno Barry (5) – Tugas yang tidak berterima kasih bagi penyerang mentah yang harus berjuang sendirian di lini depan.
- Tyrique George (5) – Sesekali memperlihatkan kecepatan dan kelincahan, tetapi pengaruhnya minim.
Pemain Pengganti Everton
- Jack Grealish (masuk menit 65, gantikan George) – Beberapa lari khasnya terlihat, tetapi ia tidak mampu memberikan pengaruh besar.
- Jake O’Brien (masuk menit 75, gantikan Maitland-Niles) – Membantu menjaga gawang Everton tetap aman di akhir laga.
- Hayden Hackney (masuk menit 75, gantikan Johnson) – Berusaha menyuntikkan kreativitas ke dalam permainan.
Pemain pengganti yang tidak diturunkan: Travers, King, Graham, Dibling, Alcaraz, dan Keane.
Branthwaite Jadi Pemain Terbaik, Johnson Paling Mengecewakan
Perbedaan paling mencolok dalam rating kali ini terletak pada dua pemain yang berada di kutub berlawanan. Branthwaite mendapat nilai tertinggi, 8, berkat blok penting di awal laga dan konsistensinya menjaga lini belakang Everton. Catatan soal kebugarannya juga menjadi penanda bahwa kehadiran bek tersebut sepanjang musim akan sangat berpengaruh terhadap performa tim asuhan Everton secara keseluruhan.
Sebaliknya, Brennan Johnson menjadi pemain dengan nilai terendah di kubu Everton, yaitu 4. Bermain melawan mantan klubnya, ia dinilai sangat buruk dan gagal memanfaatkan peluang besar di sentuhan terakhirnya. Penilaian ini juga menyoroti bahwa hingga kini ia lebih efektif ketika masuk sebagai pemain pengganti ketimbang saat dipercaya menjadi starter.
Di kubu Tottenham, Solanke juga mendapat nilai rendah, 4, karena penampilannya yang berkarat pada start pertamanya musim ini. Sementara itu, Savio dan Archie Gray menjadi dua pemain Spurs dengan nilai terbaik, yakni 7, berkat kontribusi mereka dalam menambah ancaman serangan.
Apa Arti Hasil Ini bagi Kedua Tim
Bagi Tottenham, hasil ini menegaskan bahwa persoalan utama tim bukan hanya soal kemenangan, tetapi soal kemampuan mencetak gol. Tanpa gol, tekanan akan terus menumpuk pada lini depan, terutama bagi pemain yang baru kembali ke kondisi terbaik seperti Solanke. Masuknya Bergvall, Tel, dan Kudus secara bersamaan pada menit 63 menunjukkan bahwa pelatih berusaha mencari solusi dari bangku cadangan, meski hasilnya belum maksimal.
Di sisi Everton, pertahanan menjadi modal paling berharga. Kombinasi Branthwaite dan Tarkowski terbukti efektif meredam tekanan, dan Pickford menutup laga dengan penyelamatan penting. Namun, kekurangan daya serang tetap menjadi catatan serius, terlihat dari peluang terbaik Everton yang justru terbuang sia-sia.
Bagi pembaca yang mengikuti rating pemain, hasil ini juga menunjukkan bahwa angka tinggi tidak selalu datang dari pemain yang mencetak gol. Dalam laga tanpa gol, justru pemain bertahan dan penjaga gawang yang paling menonjol, seperti yang ditunjukkan Branthwaite dan Pickford.
Konteks Lebih Luas: Pertahanan Rapat vs Masalah Lini Depan
Laga 0-0 seperti ini biasanya lahir dari dua hal yang bertemu di waktu yang sama: pertahanan yang disiplin dan lini depan yang kehilangan ketajaman. Everton memenuhi syarat pertama dengan blok-blok awal yang rapi dan pengawalan ketat di area pertahanan. Tottenham, di sisi lain, memenuhi syarat kedua dengan tembakan yang jarang dan sering tidak tepat sasaran.
Menarik untuk dicatat bahwa lini belakang Spurs, termasuk Micky van de Ven, nyaris tidak diuji sepanjang pertandingan karena Everton memang minim ancaman. Kondisi ini membuat penilaian terhadap pemain bertahan Spurs cenderung netral, bukan karena mereka bermain luar biasa, melainkan karena tidak ada tekanan berarti yang harus dihadapi.
Ke depan, tantangan terbesar Tottenham adalah menemukan cara mencetak gol sebelum tekanan semakin besar. Sementara Everton, jika mampu menjaga kebugaran Branthwaite dan menambah kreativitas di lini tengah, punya fondasi yang cukup kuat untuk tampil lebih seimbang pada laga-laga berikutnya.
Secara keseluruhan, rating pemain Spurs vs Everton kali ini menggambarkan pertandingan yang lebih banyak ditentukan oleh kegagalan menyelesaikan peluang daripada kecemerlangan serangan. Tottenham masih mencari gol dan kemenangan pertama, sedangkan Everton membuktikan bahwa pertahanan solid bisa menjadi senjata untuk mencuri poin di kandang lawan.
Yang jelas, hasil ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, laga tanpa gol tidak selalu berarti membosankan. Ada cerita tentang pemain yang berjuang menemukan performa terbaiknya, pemain yang tampil di bawah standar, dan pemain bertahan yang justru menjadi bintang pertandingan.








