Transfer Ollie Watkins ke Al-Hilal resmi tuntas. Aston Villa melepas striker andalannya itu ke klub Liga Pro Saudi dengan nilai 51 juta poundsterling. Watkins menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dan mengakhiri enam musimnya di Villa Park, di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak klub di Premier League dengan 91 gol.
Kabar ini menarik perhatian karena Watkins merupakan salah satu pemain kunci di balik kebangkitan Villa dalam beberapa musim terakhir. Sebelum resmi pindah, ia sempat membuat dirinya tidak tersedia untuk laga pembuka Premier League melawan Brighton akhir pekan lalu, langkah yang menurut manajer Unai Emery sudah diminta maaf oleh sang pemain. Kepindahannya juga terjadi di tengah perombakan besar-besaran skuad Villa yang tengah berupaya mematuhi regulasi keuangan UEFA.

Rincian Transfer Ollie Watkins ke Al-Hilal
Al-Hilal memboyong Ollie Watkins dari Aston Villa dengan nilai transfer 51 juta poundsterling. Striker Timnas Inggris tersebut dikontrak selama tiga musim ke depan oleh raksasa Arab Saudi itu. Watkins bergabung di tengah musim yang sibuk bagi kedua klub, yang sama-sama aktif bergerak di bursa transfer musim panas ini.
Watkins adalah pencetak gol terbanyak Aston Villa di era Premier League dengan koleksi 91 gol. Namun, proses kepergiannya tidak sepenuhnya mulus. Ia membuat dirinya tidak dimainkan pada laga pembuka melawan Brighton, dan Unai Emery mengonfirmasi bahwa sang pemain sudah meminta maaf atas situasi tersebut.
Kronologi Perpisahan: Pengakuan Jujur Watkins
Dalam unggahan di media sosial, Watkins mengaku tidak pernah berniat maupun membayangkan kariernya di Aston Villa berakhir dengan cara seperti ini. Meski demikian, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas enam tahun yang dihabiskannya bersama klub. Ia menegaskan bahwa pengalaman di Villa tidak hanya membentuknya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi.
“Pertama-tama, saya ingin mengatakan, tidak pernah saya niatkan, dan tidak pernah saya bayangkan, waktu saya di Aston Villa akan berakhir seperti ini,” tulis Watkins. “Meskipun demikian, saya sangat bersyukur untuk enam tahun terakhir. Ini tidak hanya membentuk saya sebagai pemain, tapi juga sebagai pribadi.”
Watkins juga menekankan bahwa ia selalu memberikan segalanya untuk klub selama enam musim berkarier di Birmingham. “Kami telah melalui begitu banyak suka dan duka dalam enam musim saya di sini, tetapi satu hal yang tidak pernah berubah adalah saya selalu memberikan segalanya untuk klub ini,” tambahnya. Pernyataan ini menjadi penutup yang emosional atas perjalanannya yang penuh kenangan bersama Villa.
Enam Tahun Watkins bersama Aston Villa
Karier Watkins di Aston Villa diwarnai banyak momen bersejarah. Ia memainkan peran penting dalam kebangkitan klub di bawah arahan Unai Emery, yang berhasil membawa Villa menjadi penantang rutin posisi enam besar Premier League. Villa juga memenangkan Liga Europa, trofi Eropa pertama mereka dalam 44 tahun terakhir.
Dalam pesan perpisahannya, Watkins mengenang sejumlah momen yang tak terlupakan. Ia menyebut gol-gol pertamanya saat kemenangan telak 7-2 atas Liverpool, keberhasilan membawa klub kembali ke kompetisi Eropa, malam-malam Liga Champions di Villa Park, hingga malam yang tak terlupakan di Istanbul. Ia juga mengaku tidak pernah menyangka akan menjadi pencetak gol terbanyak Villa di Premier League ketika pertama kali menandatangani kontrak.
Watkins pun menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pelatih yang membantunya berkembang, termasuk Dean Smith, Steven Gerrard, dan terutama Unai Emery. Ia juga menyebut bahwa dua anaknya lahir di Birmingham, dan momen melihat mereka berjalan di atas lapangan sambil mendengar para penggemar menyanyikan namanya akan selalu melekat dalam ingatannya. “Birmingham akan selalu menjadi rumah, dan begitu pula Villa,” tutupnya.
Dampak Transfer: Emery Berlinang Air Mata dan Al-Hilal Semakin Bertaji
Kepergian Watkins jelas meninggalkan jejak emosional bagi Emery. Manajer asal Spanyol itu mengaku menitikkan “air mata kecil” saat melepas pemain yang ia sebut “fantastis” tersebut. Watkins menjadi satu dari deretan pemain inti yang hengkang dari Villa pada bursa musim panas ini.
Sebelum Watkins, Villa sudah ditinggalkan Morgan Rogers, Ezri Konsa, Youri Tielemans, Lucas Digne, dan Emiliano Martinez. Gelombang kepergian ini menandakan perubahan besar dalam komposisi skuad Villa, yang tampaknya tengah melakukan regenerasi menyeluruh. Di sisi lain, kepindahan Watkins memperkuat daya tarik Liga Pro Saudi yang terus mengangkut pemain-pemain papan atas Eropa.
Di Al-Hilal, Watkins akan bergabung dengan penyerang asal Belanda, Crysencio Summerville, yang hengkang dari West Ham setelah klub tersebut terdegradasi dari Premier League. Selain itu, penyerang Arsenal, Gabriel Martinelli, dilaporkan akan terbang ke Arab Saudi pada Selasa untuk menjalani tes medis bersama klub. Kedatangan mereka menunjukkan ambisi besar Al-Hilal untuk tampil kompetitif di kompetisi domestik maupun Asia.
Villa Tak Tinggal Diam: Buru Harwood-Bellis dan Siapkan Pengganti
Sementara melepas Watkins, Aston Villa juga bergerak cepat di bursa transfer. Klub asal Birmingham itu dikabarkan semakin dekat dengan kesepakatan senilai 29 juta poundsterling untuk bek Southampton, Taylor Harwood-Bellis. Bek berusia 24 tahun yang pernah membela Timnas Inggris itu diharapkan tiba di Villa Park sebelum tenggat waktu transfer pada Selasa, meski masih ada beberapa detail kecil yang perlu difinalisasi.
Villa sebelumnya sempat mengajukan tawaran sebesar 18 juta poundsterling untuk Harwood-Bellis, tetapi ditolak oleh Southampton. Kini, kedua klub dilaporkan telah menyepakati struktur pembayaran dengan skema 25 juta poundsterling di awal plus tambahan 4 juta poundsterling. Kesepakatan ini diharapkan bisa rampung dalam waktu dekat.
Selain itu, Villa juga telah memecahkan rekor transfer mereka berkali-kali pada bursa musim panas ini. Pada Juli lalu, mereka merekrut gelandang Swiss, Johan Manzambi, sebelum kembali memecahkan rekor dengan mendatangkan striker Bayern Munich, Nicolas Jackson, dengan nilai 65 juta poundsterling—pemain yang diproyeksikan menjadi pengganti Watkins di lini depan. Villa juga merekrut eks gelandang Wolves, Joao Gomes, kiper asal Jepang Zion Suzuki, serta bek kiri Italia Matteo Ruggeri sebagai bagian dari perombakan demi memenuhi aturan rasio biaya skuad UEFA.
Transfer Ollie Watkins ke Al-Hilal menandai akhir era penting di Aston Villa sekaligus awal babak baru sang pemain di Liga Pro Saudi. Dengan 91 gol di Premier League, warisan Watkins di Villa Park akan selalu dikenang para pendukung. Emery dan para penggemar jelas akan merindukan kontribusinya di lini depan.
Namun, bagi Villa, perombakan besar-besaran yang dilakukan musim ini menunjukkan ambisi mereka untuk tetap kompetitif di level tertinggi Eropa. Dengan kedatangan Nicolas Jackson dan calon pemain baru lainnya, Villa berusaha membangun tim yang lebih segar dan patuh regulasi. Kini, semua mata tertuju pada tenggat waktu transfer Selasa untuk melihat siapa lagi yang akan datang dan pergi dari Villa Park.








