Alasan Arsenal Rekrut Ezri Konsa dan Kekuatan The Gunners

Arsenal tidak berhenti bergerak untuk mempertahankan gelar Premier League yang mereka raih musim lalu. The Gunners sudah menggelontorkan dana lebih dari £100 juta untuk memboyong Bruno Guimaraes dari Newcastle (£75 juta) dan Christos Tzolis dari Club Brugge (£34 juta) pada bursa transfer kali ini. Kini, Arsenal rekrut Ezri Konsa dari Aston Villa dengan nilai sekitar £51 juta, sebuah langkah yang sekilas terlihat mengejutkan.

Keputusan ini menunjukkan betapa seriusnya Mikel Arteta dalam membangun skuad yang kompetitif. Meskipun Arsenal sejatinya memiliki tujuh pemain bertahan senior, Arteta punya alasan kuat untuk mendatangkan bek tengah timnas Inggris tersebut. Terlebih, masalah cedera mulai menghantui lini belakang Arsenal jelang dimulainya musim baru.

Ezri Konsa

Mengapa Arsenal Butuh Kedatangan Konsa?

Musim lalu, ketangguhan lini belakang Arsenal menjadi fondasi utama keberhasilan mereka meraih titel pertama dalam 22 tahun. Duet William Saliba dan Gabriel Magalhaes tampil sangat efektif, sehingga gawang Arsenal hanya kebobolan 27 gol di liga. Namun, separuh dari duet utama itu dipastikan absen untuk sebagian besar awal musim ini.

Saliba harus menepi dalam waktu yang lama akibat masalah punggung yang juga mengakhiri Piala Dunianya lebih cepat. Tak hanya itu, Jurrien Timber yang menjadi bek kanan utama juga mengalami cedera pangkal paha dan batal membela Belanda di Piala Dunia. Situasi ini membuat Ben White, yang punya riwayat masalah kebugaran, menjadi satu-satunya bek kanan yang benar-benar fit.

Jika White ikut cedera, Cristhian Mosquera yang berusia 21 tahun menjadi satu-satunya bek kanan murni yang tersisa. Arteta tampaknya tidak ingin mengambil risiko menurunkan dua pemain berkaki kiri di posisi bek tengah. Riccardo Calafiori lebih cocok ditempatkan di bek kiri, sementara Piero Hincapie yang dipermanenkan musim panas ini juga berpostur kidal dan kurang ideal menjadi duet Gabriel.

Apa yang Bisa Diberikan Konsa untuk Arsenal?

Sebelum memutuskan untuk membeli Konsa, Arsenal sempat memantau bek Bayer Leverkusen, Jarell Quansah, yang bisa bermain di bek kanan maupun bek tengah. Namun, Konsa dinilai lebih siap bersaing karena usianya yang berada di puncak karier, sama seperti Guimaraes. Bek berusia 28 tahun ini juga sudah membuktikan diri di level tertinggi, termasuk mengangkat trofi Europa League bersama Aston Villa musim lalu.

Ketenangan Konsa juga terlihat saat memperkuat timnas Inggris. Ia menjadi starter dalam tujuh dari delapan laga Inggris di Piala Dunia. Catatan statistiknya di Premier League musim lalu pun sangat impresif dan menjelaskan mengapa Arsenal begitu ngotot membawanya ke Emirates:

  • Tingkat keberhasilan duel darat terbaik di antara semua bek (73,1 persen).
  • Akurasi umpan tertinggi di antara semua bek (95 persen) dan juga yang terbaik untuk semua pemain.
  • Pemain outfield dengan kemenangan duel darat terbanyak (lebih dari 20 duel) musim lalu.
  • Peringkat kelima untuk membawa bola sejauh lebih dari lima meter di antara para bek.

Konsa bahkan membawa akurasi umpan impresifnya ke Piala Dunia. Dalam tujuh penampilannya sebagai starter, ia mencatatkan tingkat penyelesaian umpan mencapai 97 persen.

Apakah Konsa Tetap Bermain Saat Saliba Pulih?

Banyak penggemar Arsenal bertanya-tanya apakah Konsa akan tetap menjadi starter ketika Saliba dan Gabriel kembali fit. Secara teori, lini belakang utama dengan Timber, Saliba, Gabriel, dan Calafiori memang sangat sulit ditembus. Namun, Arsenal harus melakoni 63 laga di semua kompetisi musim lalu, termasuk mencapai final Liga Champions dan final Carabao Cup.

Beban bermain yang sangat padat itu membuat Arsenal kelelahan dan dilanda cedera beruntun sepanjang kampanye. Arteta pun berusaha menghindari masalah serupa dengan menambah opsi rotasi yang mumpuni. Setelah final Liga Champions, ia menegaskan bahwa Arsenal harus “sangat ambisius, sangat cepat, dan sangat cerdas” untuk terus berkembang.

Kedatangan Konsa akan menjadi bagian dari skuad yang nilainya mencapai £1,19 miliar menurut Transfermarkt. Belanja musim panas ini pun sudah menembus £150 juta setelah kedatangan Konsa. Arteta sendiri menilai kedalaman skuad sangat penting, tetapi jumlah ideal pemain bergantung pada sejumlah faktor.

“Ini tergantung pada kemampuan dan sejarah para pemain,” ujar Arteta. Ia menambahkan bahwa 22 pemain outfield dan 3 kiper mungkin sudah cukup, tetapi perlu melihat riwayat cedera dan fleksibilitas pemain. Dengan begitu, tim bisa memiliki kompetisi sehat sekaligus kerja sama yang solid di dalam skuad.

Target Utama Arsenal di Bursa Transfer

Arsenal ternyata tidak hanya berhenti pada Konsa. Klub memiliki ambisi besar untuk menjadi salah satu kekuatan global dalam sepak bola dunia. Direktur Eksekutif Richard Garlick menyatakan bahwa bergabung dengan jajaran klub super dunia adalah “tujuan dan ambisi” utama Arsenal.

Untuk mewujudkan itu, Arsenal gencar mencari cara meningkatkan pendapatan di luar lapangan, termasuk merencanakan ekspansi stadion. Garlick juga mengakui bahwa kumpulan pemain yang bisa meningkatkan kualitas Arsenal semakin sempit seiring naiknya level tim. Inilah alasan mengapa setiap pembelian harus benar-benar tepat sasaran.

Di sisi lain, Arsenal masih mengincar tambahan tenaga di lini depan, dengan Julian Alvarez menjadi target jangka panjang yang menarik. Mereka juga terus memantau Kenan Yildiz, pemain depan Juventus yang masih berusia 21 tahun. Jika ada satu nama lagi yang masuk, Arsenal dipastikan bakal tampil lebih menakutkan musim ini.

Dengan kedatangan Konsa, Arsenal tidak hanya sekadar menambah stok pemain, tetapi juga mengamankan kualitas di tengah badai cedera yang melanda lini belakang. Statistik duel dan akurasi umpan Konsa memberikan dimensi baru dalam skema permainan Arteta. Ia menjadi investasi penting untuk menjaga ambisi The Gunners di semua ajang musim ini.

Pada akhirnya, langkah Arsenal rekrut Ezri Konsa menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun skuad yang tahan banting. Dengan jadwal padat dan persaingan ketat, kedalaman tim menjadi kunci utama untuk meraih kesuksesan. Kini publik menantikan apakah The Gunners masih punya satu kejutan lagi sebelum bursa transfer ditutup.