Edu Hengkang dari Nottingham Forest usai Konflik Internal

Edu hengkang dari Nottingham Forest setelah menjalani masa bakti lebih dari satu tahun di City Ground. Kepergian mantan gelandang Arsenal itu sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di kalangan internal klub. Ia disebut-sebut tidak akan kembali lagi setelah kontraknya diyakini telah diputus oleh pihak manajemen.

Edu

Sebagai global head of football, Edu sejatinya memegang peran strategis di bawah pemilik klub, Evangelos Marinakis. Namun, posisinya mulai menjadi sorotan setelah hubungannya dengan Nuno Espirito Santo, pelatih Nottingham Forest saat itu, memburuk. Nuno kemudian dipecat pada September lalu, dan sejak saat itu spekulasi mengenai masa depan Edu terus menguat hingga akhirnya menjadi kenyataan.

Edu Hengkang dari Nottingham Forest: Keputusan yang Sudah Diperkirakan

Tanda-tanda kepergian Edu sebenarnya sudah terlihat sejak Februari, ketika ia mulai absen dari pertandingan-pertandingan Nottingham Forest. Sebagai salah satu pejabat tinggi di bidang sepak bola, kehadiran Edu dalam laga biasanya dibutuhkan untuk mengawasi langsung performa tim. Karena itu, ketidakhadirannya yang berlangsung berbulan-bulan langsung memancing spekulasi di kalangan pendukung dan pengamat.

Kontrak Edu diyakini telah dihentikan lebih dini oleh Nottingham Forest, bukan sekadar dibiarkan hingga habis masa berlaku. Keputusan ini disebut-sebut sudah diperkirakan oleh banyak kalangan selama beberapa pekan terakhir. Dengan begitu, perjalanan Edu di Nottingham Forest resmi berakhir setelah berlangsung lebih dari satu tahun.

Akar Masalah: Kisruh dengan Nuno Espirito Santo

Kepergian Edu tidak bisa dilepaskan dari perselisihan yang pernah terjadi antara dirinya dan Nuno Espirito Santo. Konflik tersebut membuat posisi Edu semakin disorot di tengah gejolak internal yang sedang melanda klub. Pada September lalu, Nuno menjadi manajer pertama yang dipecat, dan total ada empat manajer yang berganti di Forest sepanjang musim lalu.

Sebelum resmi didepak, Nuno sempat memberikan isyarat adanya ketegangan di internal klub. Ia menyatakan bahwa hubungannya dengan Evangelos Marinakis telah berubah, sebuah pernyataan yang menarik perhatian publik. Hal ini lantas memperkuat dugaan bahwa masalah yang terjadi tidak hanya di ruang ganti, tetapi juga menyeruak hingga ke level manajemen.

Tanpa Pengganti, George Syrianos Ambil Alih Tugas Edu

Kepergian Edu tidak akan diikuti dengan penunjukan pengganti untuk kursi global head of football. Nottingham Forest disebut memilih mengalihkan seluruh tanggung jawab Edu kepada George Syrianos, sang chief football officer. Artinya, struktur pengambilan keputusan di lini sepak bola klub kini akan lebih ramping dan terpusat.

Sejak diangkat pada Juli 2025, ruang lingkup kerja Edu memang tidak hanya terbatas pada Nottingham Forest. Ia juga ditugaskan mengawasi Olympiacos di Yunani dan Rio Ave di Portugal, dua klub yang juga menjadi milik Evangelos Marinakis. Tidak adanya pengganti pun bisa dipahami sebagai langkah untuk menyederhanakan manajemen multiklub pascamusim yang penuh gejolak.

Rekam Jejak Edu Sebelum Nottingham Forest: Kisah Enam Tahun di Arsenal

Sebelum berkarier di Nottingham Forest, Edu menghabiskan enam tahun di Arsenal dalam berbagai peran manajerial di balik layar. Perjalanannya di klub London Utara itu memuncak pada 2022, ketika ia ditunjuk sebagai direktur olahraga pertama dalam sejarah Arsenal. Selain itu, semasa menjadi pemain The Gunners, ia berhasil mempersembahkan dua gelar Premier League dan dua Piala FA.

Salah satu keputusan terbesarnya di Arsenal adalah membawa Mikel Arteta menjadi pelatih kepala. Keputusan itu berbuah manis ketika Arteta berhasil mempersembahkan gelar Premier League bagi Arsenal pada musim lalu. Itu adalah gelar liga pertama Arsenal dalam 22 tahun, sebuah capaian yang tak bisa dipisahkan dari peran Edu di balik layar.

CEO Baru dan Perombakan Besar di Nottingham Forest

Selain kehilangan Edu, Nottingham Forest juga baru saja menunjuk Theodore Giannikos sebagai chief executive pada pekan lalu. Giannikos merupakan mantan wakil presiden Olympiacos yang kini menggantikan Lina Souloukou. Souloukou sendiri telah mundur dari jabatannya di City Ground pada akhir musim lalu.

Rentetan perubahan ini menegaskan bahwa Nottingham Forest sedang berada dalam fase transisi besar-besaran. Setelah musim lalu diwarnai empat pergantian pelatih, kini jajaran eksekutif klub juga ikut dirombak. Pemilik klub, Evangelos Marinakis, tampaknya ingin membangun kembali pondasi Forest dengan struktur yang lebih stabil dan jelas.

Kepergian Edu menutup salah satu periode paling bergejolak dalam perjalanan Nottingham Forest beberapa waktu terakhir. Meski masa baktinya singkat, kisruh yang menyertainya menjadi pengingat bahwa keharmonisan manajemen sama pentingnya dengan performa di atas lapangan. Kini, Forest harus segera berbenah dengan struktur baru dan berharap menemukan kembali stabilitas.

Bagaimanapun, seluruh mata kini akan tertuju pada George Syrianos dan Theodore Giannikos dalam menjalankan roda klub. Keduanya mewarisi situasi yang tidak mudah, tetapi juga mendapat mandat baru untuk membawa perubahan. Hanya waktu yang bisa membuktikan apakah perombakan ini akan mengantar Nottingham Forest ke arah yang lebih baik atau justru memunculkan gejolak berikutnya.