Hukuman Manchester City Usai Dinyatakan Bersalah 115 Dakwaan

Keputusan atas 115 dakwaan terhadap Manchester City akhirnya tercapai setelah lebih dari dua tahun menunggu. BBC Sport mengetahui bahwa putusan telah dibuat, setelah The Athletic melaporkan City dinyatakan bersalah atas hampir semua dakwaan pelanggaran aturan keuangan Premier League. Meski demikian, proses ini belum berakhir karena sanksi dan banding masih menanti di depan.

Kasus ini menjadi perhatian besar karena menyangkut integritas kompetisi, gelar yang diraih City, serta masa depan klub. Dakwaan mencakup periode 2009 hingga 2018, dan City selalu membantah melakukan pelanggaran. Hukuman Manchester City berpotensi mulai dari pengurangan poin hingga degradasi, sehingga keputusan ini bisa mengguncang lanskap Premier League secara keseluruhan.

Manchester City

Rincian 115 Dakwaan terhadap Manchester City

Pada Februari 2023, City didakwa dan dirujuk ke komisi independen atas dugaan pelanggaran yang terjadi antara 2009 dan 2018. Dakwaan tersebut terdiri dari beberapa kategori yang saling berkaitan. Pertama, 54 dakwaan terkait kegagalan menyediakan informasi keuangan yang akurat dari 2009-10 hingga 2017-18. Kedua, 14 dakwaan karena gagal memberikan detail akurat soal pembayaran pemain dan manajer pada periode yang sama.

Ketiga, 5 dakwaan tentang kegagalan mematuhi aturan UEFA termasuk Financial Fair Play (FFP) dari 2013-14 hingga 2017-18. Keempat, 7 dakwaan karena melanggar aturan profit dan sustainability (PSR) Premier League dari 2015-16 hingga 2017-18. Kelima, 35 dakwaan lantaran gagal bekerja sama dengan investigasi Premier League sejak Desember 2018 hingga Februari 2023.

Tuduhan ini berawal dari dokumen bocor yang diterbitkan Der Spiegel, termasuk email yang diduga dikirim antar eksekutif City. Dokumen tersebut disebut menunjukkan City menggelembungkan pendapatan sponsor dari maskapai Etihad dan perusahaan telekomunikasi Etisalat dengan menyamarkan investasi langsung dari ADUG sebagai pendapatan sponsor. Ada pula dugaan pembayaran rahasia kepada mantan manajer Roberto Mancini dan pembayaran pemain di luar catatan resmi. City membantah semua tuduhan itu, menyebut email tersebut diperoleh secara ilegal dan merupakan upaya merusak reputasi klub.

Kronologi Panjang Kasus Manchester City

Kasus ini memiliki sejarah yang sangat panjang dan berliku. Pada November 2018, Football Leaks dan Der Spiegel memuat tuduhan bahwa City melanggar aturan financial fair play. Maret 2019, UEFA membuka investigasi formal berdasarkan temuan Der Spiegel. Mei 2019, City mengkritik investigasi tersebut dan mengajukan proses banding. November 2019, Court of Arbitration for Sport (CAS) menyatakan banding City tidak dapat diterima. Februari 2020, UEFA menjatuhkan larangan dua tahun dari kompetisi Eropa dan denda €30 juta.

Juli 2020, larangan Eropa itu dibatalkan setelah City mengajukan banding ke CAS. Juli 2021, City kalah dalam putusan yurisdiksi yang memungkinkan media melaporkan bahwa Premier League terus menginvestigasi klaim pelanggaran keuangan. April 2022, Der Spiegel menerbitkan laporan baru yang mengklaim Premier League telah menginvestigasi City selama tiga tahun. Februari 2023, Premier League resmi mendakwa City dengan 115 pelanggaran.

September 2024, sidang selama 10 minggu antara Premier League dan City dimulai. Februari 2025, manajer City Pep Guardiola mengatakan klub berharap mengetahui putusan dalam satu bulan, dan Guardiola meninggalkan Etihad pada akhir musim lalu. September 2026, muncul laporan bahwa putusan telah dicapai, dengan sumber BBC menyebut City terbukti bersalah atas mayoritas dakwaan.

Hukuman Manchester City yang Mungkin Dijatuhkan

Hukuman Manchester City belum diumumkan karena putusan tidak serta-merta disertai sanksi. Panel independen masih harus merilis putusan resmi secara tertulis, dan kita belum mengetahui siapa saja yang duduk di panel tersebut. Komisi disiplin memiliki beberapa opsi yang bisa dijatuhkan, yaitu pengurangan poin baik langsung maupun ditangguhkan, denda finansial baik langsung maupun ditangguhkan, serta pengeluaran dari Premier League.

Pengeluaran dari Premier League berarti City kehilangan keanggotaan dan diturunkan ke divisi bawah pada akhir musim. Hal serupa juga bisa terjadi melalui pengurangan poin yang sangat berat sehingga mereka efektif terdegradasi. Semua opsi ini masih terbuka, dan keputusan akhir akan sangat menentukan masa depan klub.

Premier League menolak berkomentar saat dihubungi pada Jumat. City mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan frustrasi karena bocornya berita putusan. Mereka menyatakan proses Premier League masih berjalan, dengan elemen signifikan yang harus diselesaikan dan tunduk pada kerahasiaan ketat. City menegaskan posisinya konsisten dengan pernyataan Februari 2023 dan telah menghormati proses hukum selama delapan tahun.

Dampak pada Gelar dan Klub Lain

City meraih tiga gelar Premier League selama periode yang dipersoalkan, yaitu 2011-12, 2013-14, dan 2017-18. Mereka juga menang FA Cup 2011 serta EFL Cup tiga kali pada 2013-14, 2015-16, dan 2017-18. Sejak diambil alih ADUG pada 2008, City telah memenangkan delapan gelar liga dan berbagai trofi termasuk Champions League dalam Treble 2023.

Jika komisi memutuskan mengalihkan gelar City ke klub lain, ada beberapa pihak yang bisa diuntungkan. Untuk Premier League, Manchester United berpotensi mendapat gelar 2011-12 dan 2017-18, sedangkan Liverpool mendapat 2013-14. Untuk FA Cup 2010-11, Stoke City bisa diuntungkan. Untuk EFL Cup, Sunderland (2013-14), Liverpool (2015-16), dan Arsenal (2017-18) berpeluang menerima gelar.

Klub yang posisinya terpengaruh juga bisa mengajukan kompensasi. Awal tahun ini, Everton diperintahkan membayar Burnley £35 juta terkait dampak pelanggaran aturan keuangan Premier League. Kasus itu berkaitan dengan musim 2021-22, ketika Everton melanggar regulasi PSR selama tiga tahun. Burnley berargumen pelanggaran tersebut memengaruhi peluang mereka bertahan, dan mereka mendapat £26 juta ganti rugi plus £9 juta bunga. Klub lain bisa mengklaim kehilangan peluang meraih gelar, tetapi harus didengar komisi independen secara individual.

Banding dan Biaya Hukum

Banding dari City diperkirakan hanya menjadi formalitas. Tim hukum City dipimpin Lord Pannick KC, yang dilaporkan mematok £5.000 per jam untuk jasanya. Ia pernah membantu City membatalkan larangan dua tahun dari kompetisi Eropa pada 2020. Namun, karena proses ini sudah berjalan delapan tahun dan dua tahun sejak sidang dimulai, sulit memperkirakan kapan kasus ini benar-benar berakhir.

Sampai sekarang, kasus ini relatif rapat tanpa kebocoran media dari pihak-pihak terlibat, dan ini baru babak terbaru. Putusan komisi dapat diajukan banding langsung, tetapi City tidak bisa membawanya ke CAS. Biaya hukum kedua belah pihak diperkirakan mencapai puluhan juta pound sebelum sidang dimulai, dan pihak yang menang dapat mengajukan klaim biaya.

Sebagai konteks, Premier League ingin Everton membayar penuh biaya hukum £4,9 juta untuk kasus pengurangan enam poin PSR pertama. Namun, dewan banding memutuskan Everton membayar £1,7 juta dan Premier League menanggung sisanya £3,2 juta. Jika Premier League harus membayar biaya di akhir kasus City, biaya itu akan dibebankan ke 20 klub anggota liga.

Perbandingan dengan Kasus Everton, Forest, dan Chelsea

Kasus City sering dibandingkan dengan kasus Nottingham Forest dan Everton. Pada musim 2023-24, kedua klub dikurangi poin karena kerugian melebihi batas yang diizinkan untuk periode tiga tahun 2020-21 hingga 2022-23. Kasus-kasus itu hanya terdiri dari satu dakwaan, lebih mudah dipahami, dan buktinya jauh lebih sedikit. Everton dua kali dikurangi poin: enam poin untuk dakwaan pertama (turun dari 10 poin saat banding), lalu dua poin untuk pelanggaran kedua. Forest kehilangan empat poin.

Chelsea menghadapi 74 dakwaan, tetapi kasusnya berbeda karena terutama fokus pada transfer antara 2010-11 dan 2015-16, termasuk kesepakatan Eden Hazard, Samuel Eto’o, dan Willian. Premier League mendenda Chelsea £10 juta dan memberikan larangan transfer ditangguhkan setelah Chelsea mengakui £47 juta pembayaran rahasia. Chelsea mencapai penyelesaian dengan Premier League untuk masalah regulasi historis yang dilaporkan sendiri. Hal ini tidak terjadi pada City, yang selalu membantah. Chelsea juga didenda oleh UEFA dan FA.

Kasus 115 dakwaan Manchester City telah mencapai titik penting dengan putusan bersalah atas hampir semua dakwaan, tetapi perjalanan masih panjang. Hukuman Manchester City belum ditetapkan, dan banding hampir pasti diajukan oleh klub. Dampaknya bisa sangat besar, mulai dari pengurangan poin, degradasi, hingga pengalihan gelar dan kompensasi bagi klub lain.

Bagi penggemar dan pengamat, yang tersisa adalah menunggu putusan resmi dan proses banding yang bisa memakan waktu bertahun-tahun. Apa pun hasilnya, kasus ini akan menjadi salah satu yang paling menentukan dalam sejarah Premier League dan sepak bola Inggris modern.