Setelah memuncaki Grup L dengan tujuh poin, perjalanan Inggris menuju final Piala Dunia 2026 mulai terlihat jelas. Thomas Tuchel dan anak asuhnya harus melewati serangkaian laga berat mulai dari babak 32 besar hingga partai puncak di New Jersey.
Inggris, yang dikenal dengan julukan Three Lions, tampil tidak selalu meyakinkan di fase grup. Namun, dengan kemenangan dan hasil imbang yang cukup, mereka berhasil mengungguli Kroasia, Ghana, dan Panama. Kini, target berikutnya adalah menembus final turnamen besar ketiga dalam dekade ini.
Babak 32 Besar: Inggris vs Republik Demokratik Kongo
Laga pertama Inggris di fase gugur akan berlangsung di Atlanta pada 1 Juli pukul 17.00 BST. Lawan yang menunggu adalah Republik Demokratik Kongo, tim yang finis di peringkat ketiga Grup K setelah bermain imbang melawan Portugal, kalah dari Kolombia, dan menang atas Uzbekistan.
Republik Demokratik Kongo, yang dijuluki The Leopards, menempati peringkat ke-46 dunia. Mereka hanya kebobolan tiga gol selama fase grup dan memiliki sejumlah pemain berpengalaman di Premier League, seperti Yoane Wissa (Newcastle), Aaron Wan-Bissaka (West Ham), Axel Tuanzebe (Burnley), dan Arthur Masuaku (Sunderland).
Menariknya, ini adalah kali pertama Republik Demokratik Kongo (dulu bernama Zaire) lolos ke babak gugur Piala Dunia sejak debut mereka pada 1974. Mereka juga tersingkir di babak 16 besar Piala Afrika oleh Aljazair pada Januari lalu. Inggris jelas diunggulkan, tetapi tidak boleh lengah menghadapi tim disiplin ini.
Babak 16 Besar: Kemungkinan Jumpa Meksiko atau Ekuador
Jika Inggris berhasil melewati Republik Demokratik Kongo, lawan berikutnya akan ditentukan dari pertandingan antara Meksiko dan Ekuador. Pertemuan ini dijadwalkan pada 6 Juli pukul 01.00 BST.
Meksiko, yang menjadi tuan rumah bersama, tampil sempurna di fase grup dengan tiga kemenangan. Mereka belum terkalahkan dalam 12 pertandingan kompetitif sejak November 2024. Keuntungan besar lainnya adalah mereka memainkan semua laga di kandang sendiri, termasuk potensi duel melawan Inggris di Estadio Azteca yang berkapasitas 87.500 penonton.
Sementara itu, Ekuador finis di peringkat ketiga Grup E setelah mengalahkan Jerman 2-1 di laga pamungkas. Catatan pertahanan mereka mengesankan: tidak pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam 26 pertandingan terakhir. Namun, faktor ketinggian Estadio Azteca yang mencapai 7.000 kaki di atas permukaan laut bisa menjadi tantangan fisik bagi pemain Inggris yang tidak terbiasa.
Dari kedua calon lawan, Meksiko adalah ancaman terbesar. Dengan status sebagai salah satu dari hanya tiga tim yang memenangi semua laga grup, serta dukungan penuh suporter kandang, tuan rumah jelas tidak akan memberi jalan mudah bagi Inggris.
Perempat Final: Ancaman Brasil dan Kejutan Jepang
Babak perempat final akan digelar di Miami pada 11 Juli pukul 22.00 BST. Di sinilah jalur Inggris mulai terjal. Calon lawan utama adalah Brasil, lima kali juara dunia. Namun, tim asuhan Carlo Ancelotti harus lebih dulu mengalahkan Jepang di babak 32 besar.
Brasil memuncaki Grup C dan menyingkirkan Skotlandia di fase grup, meskipun sempat ditahan imbang 1-1 oleh Maroko. Sementara itu, Jepang tampil impresif di bawah asuhan pelatih anyar mereka. The Samurai Blue finis kedua di Grup F di bawah Belanda, dan tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan terakhir. Mereka bahkan pernah menekuk Inggris 1-0 di Wembley pada Maret lalu.
Dua kandidat lain di jalur ini adalah Pantai Gading dan Norwegia. Pantai Gading memiliki lini serang tajam berisi Yan Diomande (RB Leipzig), Ange-Yoan Bonny (Inter), dan Amad Diallo (Manchester United). Mereka finis kedua di bawah Jerman. Sementara Norwegia, yang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998, menjadi ancaman serius berkat kehadiran Erling Haaland. Jika Haaland dalam performa terbaiknya, lini belakang Inggris harus bekerja ekstra keras.
Semifinal: Kemungkinan Jumpa Argentina atau Kolombia
Jika Inggris berhasil menembus semifinal, mereka akan kembali bermain di Atlanta pada 15 Juli pukul 20.00 BST. Lawan potensial paling berat adalah Argentina, juara bertahan yang tampil dominan dengan tiga kemenangan di fase grup. Lionel Messi, yang genap berusia 39 tahun selama turnamen, telah mencetak lima gol—sebuah bukti bahwa ia masih menjadi pembeda di panggung terbesar.
Argentina akan memulai babak gugur melawan Cape Verde, lalu berpotensi bertemu Australia atau Mesir di babak 16 besar. Kolombia juga berada di sisi undian yang sama. Mereka memuncaki Grup H dengan dua kemenangan dari tiga laga. Jika kedua tim bertemu di perempat final, pemenangnya akan menjadi lawan Inggris di semifinal.
Tim lain yang mungkin melaju dari sisi undian ini adalah Swiss, Aljazair, dan Ghana. Meskipun kans mereka lebih kecil, sepak bola kerap kali menghadirkan kejutan.
Final: Puncak Perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026
Partai puncak akan digelar di New Jersey pada 19 Juli pukul 20.00 BST di hadapan 82.500 penonton. Dari sisi undian lainnya, tim-tim kuat seperti Prancis (juara 2018 dan runner-up 2022), Jerman (juara 2014), serta Spanyol (juara 2010) menjadi ancaman utama. Prancis dan Jerman bisa bertemu di babak 16 besar jika keduanya memenangi laga pertama. Sementara itu, Belanda, Maroko, Portugal, Kroasia, dan Paraguay juga berada di sisi tersebut.
Bagi Inggris, mencapai final adalah target realistis tetapi penuh tantangan. Setiap laga harus dimenangkan tanpa kesalahan. Dengan kualitas skuad yang dimiliki Tuchel, serta pengalaman bermain di turnamen besar, Three Lions memiliki modal cukup untuk bersaing. Namun, lawan-lawan yang menanti tidak akan memberi hadiah tanpa perlawanan sengit.
Perjalanan panjang dimulai di Atlanta. Dari Republik Demokratik Kongo hingga kemungkinan duel melawan Argentina atau Brasil. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Inggris bisa mengakhiri penantian panjang sejak 1966. Namun, jalan menuju final Piala Dunia 2026 tidak pernah mudah. Kini, semua mata tertuju pada langkah pertama Inggris di babak gugur.
