Sebastien Pocognoli dijadwalkan mengumumkan skuad Skotlandia keduanya pada Selasa, sebuah ujian besar di awal masa kepelatihannya setelah dua kekalahan beruntun di kandang sendiri pada ajang Liga Bangsa-Bangsa (Nations League). Pelatih berkebangsaan Belgia itu kini dihadapkan pada tekanan untuk meramu komposisi yang tepat demi menyelamatkan kampanye Skotlandia di Grup B1. Keputusan yang ia ambil dalam daftar pemain kali ini akan menentukan arah tim pada dua pertandingan terakhir yang tersisa.
Konteksnya jelas dan tidak ringan. Skotlandia wajib meraih minimal empat poin dari dua laga penutup, yaitu saat menjamu Makedonia Utara yang berada di dasar klasemen dan ketika bertandang ke markas Swiss yang memuncaki tabel, agar masih punya peluang finis di posisi kedua. Bahkan dengan hasil itu, nasib Skotlandia masih bergantung pada hasil pertandingan Slovenia melawan kedua tim tersebut. Situasi inilah yang membuat setiap nama dalam daftar Pocognoli menjadi sorotan, terutama karena ada sejumlah pemain kunci yang sebelumnya absen dan kini kembali tersedia.
Misi Empat Poin dan Ancaman Degradasi ke League C
Pocognoli tidak punya ruang untuk salah hitung. Dengan dua pertandingan tersisa di Grup B1, Skotlandia harus mengumpulkan setidaknya empat poin, yang berarti kombinasi kemenangan dan hasil imbang dari lawatan ke Swiss. Target itu sendiri belum cukup karena promosi ke play-off juga mensyaratkan Slovenia tergelincir di kedua pertandingannya melawan Makedonia Utara dan Swiss.
Yang lebih menakutkan, skenario terburuk masih membayangi. Jika Skotlandia kalah pada laga pertama di Hampden, kemungkinan finis di dasar klasemen dan turun kasta ke League C tetap terbuka lebar. Artinya, laga melawan Makedonia Utara bukan sekadar pertandingan pembuka, melainkan penentu apakah skuad ini masih punya masa depan di kompetisi tersebut.
Karena itu, daftar pemain yang diumumkan Selasa nanti bisa dibaca sebagai “skuad penyelamat”. Pocognoli dituntut memilih pemain yang tidak hanya dalam kondisi bugar, tetapi juga sedang dalam performa terbaik di level klub. Sejumlah nama yang sebelumnya dicoret atau absen karena cedera kini kembali memberi opsi lebih luas kepadanya.
Siapa yang Tersisih untuk McTominay?
Scott McTominay adalah nama yang paling mencolok absen pada seleksi pertama Pocognoli, dan hampir pasti menjadi nama pertama dalam daftar kali ini. Gelandang berusia 29 tahun itu langsung mencetak dua kali brace untuk Napoli setelah kembali dari operasi jantung minor. Kebugarannya kembali menjadi modal besar bagi Skotlandia, mengingat perannya yang sulit digantikan di lini tengah.
Billy Gilmour sedikit kurang beruntung karena lebih sering menghangatkan bangku cadangan, sementara rekannya di Napoli justru menjalani comeback heroiknya. Meski begitu, Gilmour tetap menjadi pilihan otomatis di bawah Pocognoli bersama Lewis Ferguson, yang juga menjadi tulang punggung Bologna dalam tiga kemenangan beruntun di Serie A. Ryan Christie pun tak kalah meyakinkan dengan menjadi starter pada empat dari enam kemenangan beruntun Bournemouth tanpa kebobolan.
Di sisi lain, John McGinn lebih sering masuk sebagai pemain pengganti saat Aston Villa menelan satu-satunya kekalahan dalam sembilan laga, tepatnya melawan Bournemouth. Kristi Montgomery, yang sebelumnya masuk sebagai kejutan tanpa caps, tetap menjadi starter reguler bersama Blackburn Rovers di Championship. Lennon Miller mendapat kesempatan start langka pada Sabtu, tetapi tidak mampu mencegah kekalahan 5-2 Udinese dari Roma yang membuat timnya tanpa kemenangan dalam delapan laga.
Kenny McLean sepertinya paling terancam. Ia hanya bermain 45 menit sebagai pengganti untuk Norwich City sejak mundur dari skuad Skotlandia akibat cedera, absen pada kemenangan atas Watford, dan masih diragukan untuk menghadapi Derby County pada Selasa. Kondisi ini membuat peluangnya untuk kembali masuk daftar semakin tipis.
Siapa Pengganti McKenna di Lini Belakang?
Scott McKenna hampir pasti absen. Bek tengah itu melewatkan dua pertandingan terakhir Dinamo Zagreb dan telah dinyatakan harus menepi selama dua pekan ke depan oleh klub juara Kroasia tersebut. Kehilangan McKenna memaksa Pocognoli mencari alternatif di jantung pertahanan, dan sejumlah nama kini bersaing untuk mengisi kekosongan itu.
Luis Binks bermain 64 menit saat Brondby menang atas Aarhus, setelah sebelumnya melewatkan dua laga. Sementara itu, Jack Hendry di Al-Ettifaq, Stephen Welsh di Swansea City, dan Luke Graham di Stoke City sama-sama berstatus starter reguler. Graham bahkan turut membantu tim Championship-nya melalui tiga laga tak terkalahkan tanpa kebobolan, sehingga ia kian mendorong peluang untuk mendapatkan start pertamanya bagi Skotlandia.
Kieran Tierney sempat keluar dari skuad terakhir karena cedera, tetapi kini kembali bermain rutin bersama Celtic, meski lini belakang klub itu tampak semakin rapuh. Rivalnya di posisi bek kiri, Andy Robertson, menjadi starter pada tiga kemenangan beruntun Tottenham Hotspur, walau kapten berusia 32 tahun itu jarang menyelesaikan pertandingan. Adapun peluang Josh Doig untuk menggeser keduanya dan menambah dua capsnya ikut terganggu setelah Sassuolo dibantai Lazio 6-2 di kandang pada laga kembalinya ia ke starting eleven.
Posisi bek kanan tetap menjadi kekhawatiran utama Pocognoli. Colby Donovan dari Celtic menjadi satu-satunya starter reguler di sektor itu, sementara Aaron Hickey dan Nathan Patterson lebih sering dipakai sebagai pengganti di Brentford dan Torino. Minimnya pilihan di sayap pertahanan ini membuat komposisi lini belakang menjadi salah satu teka-teki tersulit bagi sang pelatih.
Bain atau Gunn di Bawah Mistar Gawang?
Aksi heroik Scott Bain saat Falkirk meraih kemenangan pertama atas Celtic dalam 19 tahun datang di waktu yang tepat. Meski begitu, kiper berusia 34 tahun itu memang hampir selalu berpeluang besar mempertahankan tempatnya di skuad mengingat minimnya stok kiper pelapis di Skotlandia. Penampilan gemilangnya baru-baru ini semakin memperkuat posisinya.
Kondisi itu kian menguntungkan Bain karena kiper nomor satu Angus Gunn baru saja dicadangkan saat San Jose Earthquakes menang atas Real Salt Lake pada Sabtu. Pencadangan tersebut terjadi setelah muncul kritik terhadap performa Gunn dalam beberapa pertandingan terakhir. Persaingan di bawah mistar gawang pun mendadak menjadi salah satu topik yang layak dicermati dalam pengumuman skuad kali ini.
Adams Kembali, McBurnie Sedang Membara
Di lini depan, Lawrence Shankland dari Rangers masih absen karena cedera. Sebaliknya, Che Adams yang sudah pulih kembali berpeluang besar dipanggil setelah mencetak dua gol dalam empat pertandingan bersama Torino. Kembalinya Adams memberi Pocognoli opsi tambahan yang sempat hilang pada seleksi sebelumnya.
Oli McBurnie juga kembali mengajukan klaim untuk mengisi posisi starter. Ia baru saja mencetak dua gol pertamanya musim ini dalam dua laga terakhir Hull City di Premier League, meski klubnya kini melewati delapan pertandingan tanpa kemenangan. Sementara itu, Kieron Bowie sempat mendorong peluangnya menjadi striker utama lewat gol pembuka saat kemenangan atas Makedonia Utara bulan lalu, tetapi pemain berusia 24 tahun itu belum mencetak gol dalam lima pertandingan sejaknya dan hanya duduk di bangku cadangan ketika Sassuolo dibantai pada akhir pekan.
Robbie Ure mencetak dua gol pertamanya untuk Sevilla sejak jeda internasional terakhir, kendati ia kembali ke bangku cadangan pada kekalahan dari Getafe hari Minggu. James Wilson justru sudah delapan pertandingan tanpa gol untuk Heart of Midlothian. Jika formasi Pocognoli memakai pemain sayap, Ben Gannon-Doak sempat menjadi starter Bournemouth pada kemenangan atas Villa dan AC Milan, Josh McPake terus mengesankan bersama Hearts, dan Findlay Curtis kerap memberi dampak lewat penampilan singkatnya untuk Rangers.
Penutup
Dari uraian di atas terlihat bahwa persoalan terbesar Pocognoli bukanlah memilih siapa yang masuk skuad, melainkan menentukan siapa yang layak menjadi starter. Banyak pemain yang kembali bugar dan sedang dalam performa apik di klub masing-masing, sehingga daftar skuad boleh dibilang hampir terbentuk dengan sendirinya. Namun, menyusun sebelas awal yang mampu meraih empat poin dari Makedonia Utara dan Swiss tetap menjadi tantangan yang jauh lebih pelik.
Pengumuman pada Selasa nanti akan menjadi petunjuk awal bagaimana Pocognoli berencana menyelamatkan kampanye Skotlandia di Grup B1. Dengan ancaman degradasi ke League C yang masih nyata, setiap keputusan di lini tengah, pertahanan, hingga mistar gawang akan menentukan apakah Skotlandia masih punya harapan di kompetisi ini atau justru harus bersiap menghadapi kenyataan pahit.
