Oliver Glasner Tantangan Baru Nottingham Forest: Stabilitas di Tengah Pusaran

Oliver Glasner Resmi Menangani Nottingham Forest

Oliver Glasner, pelatih asal Austria yang baru saja ditunjuk sebagai manajer Nottingham Forest, sudah mulai menunjukkan karakter khasnya. Dalam sesi jumpa pers perdananya di City Ground, ia bercanda soal kulitnya yang terbakar sinar matahari setelah latihan. Jika itu satu-satunya masalah yang ia hadapi selama setahun ke depan, maka ia bisa disebut sukses.

Glasner menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dengan misi membawa stabilitas dan trofi ke klub yang bermarkas di East Midlands ini. Ia datang setelah meninggalkan Crystal Palace pada Mei lalu, di mana ia sukses mempersembahkan gelar Piala FA dan membawa The Eagles berlaga di Europa Conference League. Rekam jejak inilah yang diinginkan oleh pemilik klub, Evangelos Marinakis.

Pusaran Manajer di Nottingham Forest

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa Nottingham Forest adalah klub dengan tingkat pergantian pelatih tertinggi di Premier League. Sejak September lalu, Glasner menjadi manajer keempat yang diresmikan. Sebelumnya, Nuno Espirito Santo, Ange Postecoglou (hanya 39 hari), Sean Dyche (114 hari), dan Vitor Pereira (hampir dipecat tepat sebelum klausul kontrak berakhir) silih berganti menduduki kursi panas tersebut.

Pertanyaan pun muncul: mengapa Glasner berani mengambil risiko ini? “Oliver Glasner Nottingham Forest bukanlah pernikahan yang ingin kandas. Tidak ada yang ingin bercerai,” ujarnya dengan nada ringan. “Di Austria, angka perceraian mencapai 50%. Tapi saat orang menikah, mereka tidak berpikir akan bercerai. Setiap klub ingin memiliki manajer yang sama selama satu dekade, tetapi kenyataannya tidak sesederhana itu karena ekspektasi dan rencana hidup yang berbeda.”

Glasner menegaskan bahwa kontrak tiga tahun adalah bukti komitmen bersama untuk menciptakan stabilitas. “Kami yakin ini adalah fondasi kesuksesan. Titik awal ini harus menjadi pijakan untuk maju.”

Filosofi dan Gaya Bermain Glasner

Saat masih menangani Crystal Palace pada Februari 2024, Glasner mengambil alih tim yang berada di posisi ke-15. Namun, dalam waktu singkat ia membawa Palace finis ke-10 dengan enam kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir, termasuk mengalahkan Liverpool, Manchester United, dan Aston Villa. Oliver Glasner Nottingham Forest diharapkan bisa mengulang kesuksesan serupa.

Salah satu ciri khas Glasner adalah penggunaan formasi tiga bek, seperti yang ia terapkan di Eintracht Frankfurt. Namun, ia tidak serta-merta memaksakan sistem itu di Forest. “Kami bukan Palace 2. Yang terpenting adalah kebiasaan dan pola bermain, cara menyerang dan bertahan, serta semangat yang kami bangun. Saya akan menempatkan pemain di posisi terbaik mereka, entah itu dengan empat atau tiga bek,” jelasnya.

Potensi Skuat yang Cocok

Forest memiliki opsi pemain yang pas untuk gaya Glasner. Ola Aina dan Neco Williams sangat cocok sebagai wing-back, sementara trio bek tengah Murillo, Nikola Milenkovic, dan Morato sudah tersedia. Zach Abbott memang berbakat, tetapi masih minim pengalaman di level atas.

Di lini depan, Glasner mewarisi Chris Wood, Igor Jesus, Omari Hutchinson, Dan Nodye, dan Dilane Bakwa. Ditambah Morgan Gibbs-White serta James McAtee, ia memiliki amunisi yang sesuai dengan gaya bermain cepat yang diinginkannya.

Perubahan Gaya Serang

Musim lalu, Palace di bawah Glasner menjadi tim yang paling cepat menyerang di Premier League dengan kecepatan rata-rata 2,00 m/s, sedangkan Forest hanya 1,80 m/s. Meski Forest mencetak lebih banyak gol (32 berbanding 30) dan melepaskan lebih banyak tembakan, efektivitas mereka masih rendah. Palace justru menciptakan lebih banyak peluang besar (98 berbanding 69), namun tingkat konversi gol Forest lebih baik (43,5% berbanding 32,7%).

Forest juga tercatat sebagai tim yang paling banyak melakukan umpan mundur (17,1% dari total umpan), sementara Palace paling sedikit (14%). Di bawah Glasner, gaya bermain Forest dipastikan akan berubah: lebih sedikit crossing (Palace hanya 417 crossing, Forest 628), dan lebih efisien di sepertiga akhir lapangan. Filosofi Glasner adalah tidak membuang waktu saat mendekati gawang lawan.

Rekrutmen Pemain Baru

Musim panas ini tidak akan ada pembelian besar-besaran seperti tahun lalu yang menghabiskan £180 juta untuk 13 pemain. Forest kini fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Nicolas Dominguez mengambil nomor 8 yang ditinggalkan Elliot Anderson setelah rekor transfer ke Manchester City. Namun, target utama di lini tengah tetaplah Lucas Bergvall dari Tottenham.

Forest juga membutuhkan satu gelandang lagi, seorang kiper pendukung untuk Matz Sels dan John Victor setelah kepergian Stefan Ortega dan Angus Gunn, serta seorang striker pelapis untuk Chris Wood yang akan berusia 35 tahun pada Desember dan Igor Jesus yang tampil impresif musim lalu saat Wood cedera.

Dengan berakhirnya Piala Dunia, Glasner berharap bursa transfer akan bergerak cepat sebelum pemusatan latihan di Portugal pekan depan. “Saya memiliki satu kelebihan dan kelemahan sekaligus: ketidaksabaran. Saya berharap pemain baru sudah bisa berlatih bersama kami, tetapi mereka yang menjadi target masih libur usai Piala Dunia. Saya yakin beberapa pemain akan bergabung di Portugal,” ujarnya.

Kesimpulan: Awal Baru yang Penuh Harapan

Oliver Glasner Nottingham Forest adalah perpaduan antara ambisi dan realitas. Ia datang dengan rekam jejak juara, tetapi harus menghadapi budaya klub yang sering berganti pelatih. Namun, dengan kontrak tiga tahun, skuat yang sesuai, serta filosofi bermain yang jelas, ia punya modal untuk membawa stabilitas yang selama ini hilang. Jika ia mampu mengulang keajaiban seperti di Palace, bukan tidak mungkin Forest akan kembali bersaing di papan atas Premier League.

Exit mobile version