Pascal Gross baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik Premier League untuk bulan September. Penghargaan itu langsung memantik pertanyaan lama yang sering muncul di kalangan penggemar sepak bola Inggris: apakah gelandang Pascal Gross Brighton selama ini sebenarnya kurang dihargai? Fakta berbicara cukup keras, sebab pemain berusia 35 tahun itu menjadi sosok yang paling banyak terlibat dalam gol di kasta tertinggi musim ini, dengan enam keterlibatan gol hanya dari lima pertandingan.
Kisah Gross memang istimewa. Ia adalah rekrutan pertama Brighton di Premier League pada 2017 dan bertahan melewati berbagai fase klub, termasuk pergi sejenak lalu kembali dengan cara yang nyaris tidak terduga. Dalam dua periode bersamanya, ia sudah terlibat dalam 85 gol di Premier League. Bagi klub yang membelinya pertama kali dengan harga sekitar £3 juta, angka-angka itu menjelaskan mengapa namanya selalu disebut setiap kali pembicaraan soal transfer paling menguntungkan dalam sejarah kompetisi ini muncul.
Rekor Pascal Gross Musim Ini
Penghargaan pemain terbaik bulan September bukan sekadar hadiah berbasis popularitas. Gross mencatatkan rekor yang tidak bisa ditandingi pemain lain di liga pada periode tersebut, yaitu enam keterlibatan gol dalam lima laga. Ia tercatat sebagai satu-satunya pemain yang paling produktif dalam hal ini sepanjang awal musim.
Menariknya, catatan itu membuat Gross masuk daftar pemain tertua yang pernah menyabet gelar pemain terbaik bulanan Premier League, tepatnya sebagai pemain tertua keenam. Usia yang biasanya menandai penurunan performa justru tidak berlaku baginya, karena ia tetap menjadi poros permainan Brighton.
Dampaknya terasa pada posisi tim. Brighton kini berada di peringkat ketiga klasemen, dan Gross menjadi pemain dengan jumlah peluang tercipta terbanyak di liga musim ini, yaitu 15 peluang. Ia juga tidak pernah absen satu menit pun bersama Brighton di seluruh kompetisi musim ini, dengan delapan pertandingan sudah dijalaninya.
Dalam hal kontribusi gol, hanya gelandang Chelsea, Joao Pedro, yang menyamai catatan Gross musim ini. Keduanya sama-sama mengumpulkan tiga gol dan tiga assist. Namun ada satu perbedaan menarik: Gross menempuh jarak lari hampir 60 kilometer atau sekitar 37 mil di Premier League musim ini, lebih banyak dari pemain mana pun kecuali remaja Everton, Harrison Armstrong.
Jalan Panjang Gross Bersama Brighton
Untuk memahami mengapa pencapaian ini istimewa, perlu melihat kembali awal kedatangan Gross. Ia bergabung dengan Brighton pada 2017, tepat setelah klub tersebut memastikan promosi ke Premier League. Saat itu ia datang dari Ingolstadt, klub Jerman yang baru saja terdegradasi, dengan harga yang dilaporkan sekitar £3 juta.
Tidak banyak yang memperkirakan dampaknya. Gross datang sebagai pemain Jerman yang nyaris tanpa sorotan media, namun ia langsung menjadi bagian penting dari perjalanan Brighton di kompetisi teratas Inggris.
Perjalanan itu sempat terputus pada 2024, ketika Gross memutuskan pindah ke klub masa kecilnya, Borussia Dortmund, dengan nilai transfer £8 juta. Bersama Dortmund ia tampil 66 kali, menyumbang satu gol dan 17 assist. Banyak pihak menganggap itu sebagai penutup karier yang romantis bagi pemain yang sudah memasuki usia matang.
Namun pada 2 Januari 2026, Gross kembali ke Brighton dengan nilai transfer sekitar £1,7 juta. Fakta itu membuat perhitungan ekonominya menjadi luar biasa: dibeli £3 juta, dijual £8 juta, lalu dibeli kembali £1,7 juta. Secara efektif, Brighton justru mendapat keuntungan sekitar £3 juta dari pemain yang kini menjadi motor permainan mereka.
Seberapa Besar Dampak Gross bagi Brighton?
Dampak Gross tidak hanya terlihat dari gol dan assist. Sejak pertama kali bergabung sembilan tahun lalu, hanya tiga pemain yang menciptakan lebih banyak peluang di Premier League daripada dirinya: Bruno Fernandes, Kevin De Bruyne, dan Mohamed Salah. Gross mencatatkan 562 peluang, dan angka itu tetap ia pertahankan meski sempat menghabiskan 18 bulan di luar Premier League.
Dalam hal umpan silang sukses, termasuk sepak pojok, tidak ada pemain lain yang lebih produktif darinya sepanjang periode tersebut, yakni 483 umpan sukses. Padahal Trent Alexander-Arnold dan James Ward-Prowse tercatat lebih sering mencoba melakukan umpan silang. Untuk umpan yang masuk ke kotak penalti, Gross menempati posisi keempat.
Ia juga berada di peringkat ketujuh untuk catatan assist dengan 51 umpan mematikan, ditambah 34 gol, dari total 252 pertandingan Premier League. Statistik itu membuatnya tampil dalam 73% pertandingan Brighton di kasta tertinggi sepanjang era kompetisi modern.
Komentator BBC Radio Sussex, Johnny Cantor, menilai ada argumen kuat bahwa Gross adalah pemain dengan nilai terbaik di Premier League selama sepuluh tahun terakhir, terutama jika melihat keterlibatannya dalam gol. “Namun ia juga mendorong standar di latihan, menetapkan ambisi tinggi, dan berpengaruh besar di ruang ganti,” katanya. “Secara teknis ia luar biasa, umpan-umpannya sangat baik, tapi ia juga punya kesadaran posisi, muncul di ruang kosong di seluruh lapangan. Manajer bersandar padanya, rekan setim menghormatinya, dan penggemar dari semua generasi menyukainya. Ia pasti akan dikenang sebagai salah satu pemain terbaik Albion di era modern.”
Benarkah Pascal Gross Underrated?
Pertanyaan soal apakah Gross kurang dihargai mendapat jawaban berbeda dari mantan gelandang Inggris yang kini menjadi analis BBC, Danny Murphy. Menurutnya, Gross tidak berada di bawah radar sama sekali. “Premier League ditayangkan ke seluruh dunia, dan ia sudah menjadi bagian dari itu selama bertahun-tahun, di masa ketika Brighton menjadi salah satu cahaya terang liga,” ujar Murphy.
Ia menambahkan bahwa pengakuan tidak selalu harus datang dari klub besar. “Anda tidak perlu bermain untuk tim enam besar agar dihargai di Premier League. Gross bukan sosok yang tidak terlihat, karena orang tahu betapa bagusnya dia,” katanya. Pernyataan itu menyoroti satu hal: konsistensi Gross sudah diakui di dalam lingkungan liga, meski tidak selalu menjadi sorotan utama media.
Dari sisi penggemar, pandangan justru lebih emosional. Pendukung Brighton, Maz Mirzadeh, mengaku sempat patah hati saat Gross pindah ke Dortmund. “Rasanya seperti melihat mantan kembali ke cinta pertamanya,” ujarnya. “Ia luar biasa bagus dan sangat kurang diapresiasi. Jika Anda menontonnya bermain, Anda mungkin mengira seseorang menaruhnya di pengaturan gerak lambat, tapi apa yang kurang dari kecepatannya digantikan oleh kecerdasan sepak bola, kehebatan teknis, dan kerja keras melebihi pemain mana pun di lapangan.”
Mirzadeh juga menyampaikan sindiran yang tajam. Menurutnya, jika Gross bernama “Pascal Silva” dan bermain untuk klub enam besar, ia mungkin mendapat pengakuan dan rasa hormat yang selama ini pantas ia terima. Hingga kini, sekitar 15 peluang yang ia ciptakan menjadi kontribusi terbesar bagi Brighton yang bertengger di posisi ketiga.
Konteks Lebih Luas dan Masa Depan Gross
Kembalinya Gross pada Januari 2026 sempat menimbulkan keraguan. Saat itu ia berusia 34 tahun, dan banyak yang menduga kepindahan tersebut lebih bersifat sentimental, semacam penutup karier yang romantis. Keraguan itu langsung sirna. “Mungkin ada kekhawatiran bahwa ia tidak bisa mengulang dampaknya di periode pertama bersama Albion, tapi itu sudah terjawab,” kata Cantor.
Murphy menyoroti kecerdasan sebagai kunci utama. “Dia pemain yang cerdas dengan IQ sepak bola yang hebat. Anda bisa melihat dia tumbuh menjadi versi dirinya yang sekarang selama bertahun-tahun. Itu terjadi di sepak bola, termasuk pada saya, ketika Anda tahu apa yang tidak bisa Anda lakukan sama baiknya dengan apa yang bisa Anda lakukan,” jelasnya.
Karena itulah Gross tidak lagi mencoba melewati lawan dengan kecepatan. Ia lebih memilih gerakan kecil, putaran Cruyff, atau umpan cepat satu sentuhan di sekitar sudut lapangan. Fleksibilitas posisinya pun menjadi bukti kecerdasan tersebut, sebab ia mampu bermain sebagai bek sayap, gelandang tengah, atau belakangan sebagai penyerang lubang yang turut mencetak dan menciptakan gol.
Murphy yakin musim ini bukan musim terakhir Gross bersama Brighton. Namun bahkan jika itu terjadi, menurutnya Gross sudah akan dikenang sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah Albion oleh para pendukung, terutama karena ia memilih kembali dan tampil sebaik ini. Gelandang itu juga telah pensiun dari sepak bola internasional setelah Piala Dunia, sehingga fokusnya kini sepenuhnya di klub.
Kesimpulan
Pascal Gross adalah gabungan langka antara nilai transfer murah, konsistensi jangka panjang, dan pengaruh besar di ruang ganti. Dengan 85 keterlibatan gol di Premier League, 562 peluang tercipta, dan 483 umpan silang sukses, ia bukan hanya sekadar pemain bertahan lama di Brighton, melainkan bagian dari fondasi klub tersebut. Penghargaan pemain terbaik bulan September sekaligus menegaskan bahwa usianya tidak menghalangi produktivitas.
Perdebatan soal apakah ia underrated mungkin tidak akan pernah selesai. Bagi sebagian orang, pengakuan sudah cukup karena ia dihormati di dalam liga; bagi sebagian lain, namanya layak disebut lebih sering bersama para bintang besar. Apa pun pandangannya, satu hal yang sulit dibantah: Brighton mendapatkan jauh lebih banyak daripada yang mereka bayarkan. (Danny Murphy berbicara kepada Chris Bevan dari BBC Sport)
