Kita bahas dulu turnamen Piala Dunia 2026 ya, supaya kamu punya gambaran lengkap turnamen terbesar di dunia ini sebelum nanti menikmati pertandingan satu per satu.
Secara resmi, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini akan jadi yang terbesar sepanjang sejarah, karena untuk pertama kalinya jumlah peserta naik dari 32 menjadi 48 tim. Artinya, akan ada jauh lebih banyak negara debutan, lebih banyak gaya bermain, dan otomatis lebih banyak laga dramatis yang bisa kamu tonton.
Formatnya juga berubah cukup signifikan. Kalau dulu kamu hafal skema 8 grup x 4 tim, kali ini FIFA membagi 48 tim menjadi 12 grup berisi 4 tim. Dari tiap grup, dua tim teratas plus delapan peringkat tiga terbaik akan lolos ke babak gugur sehingga terbentuk 32 besar. Mulai fase ini, sistemnya klasik: sekali kalah langsung pulang, dengan kemungkinan perpanjangan waktu dan adu penalti jika skor imbang setelah 90 menit plus extra time.
Lalu, seberapa besar sebenarnya turnamen ini? Piala Dunia 2022 “hanya” memiliki 64 pertandingan; sedangkan edisi 2026 akan melompat menjadi 104 laga, naik sekitar 47% dari jumlah pertandingan sebelumnya. FIFA sendiri memperkirakan ekspansi ini bisa meningkatkan pendapatan sampai lebih dari 1 miliar rupiah, dengan tambahan laba sekitar 640 juta dibanding edisi 2022. Jadi bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga soal bisnis global yang sangat masif.
Dari sisi kalender, turnamen dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni sampai 19 Juli 2026, sehingga durasinya kembali ke pola sekitar satu bulan penuh pesta bola. Pertandingan akan disebar di 16 kota tuan rumah: 11 di Amerika Serikat, 3 di Meksiko, dan 2 di Kanada. Kamu bakal sering mendengar nama stadion seperti MetLife Stadium di kawasan New York/New Jersey (venue final), Estadio Azteca di Mexico City, sampai BMO Field di Toronto.
